Dari Abu Sa’id Al-Khudri dari Nabi SAW beliau bersabda :”Kalian pasti akan mengikuti “sunnah-sunnah” orang sebelum kalian sedikit demi sedikit, sehingga kalaulah mereka masuk ke lubang biawak kalian pasti akan mengikutinya. Kami bertanya: Ya, Rasulullah apakah yang dimaksud itu yahudi dan nashrani ? Beliau menjawab : Siapa lagi !? [HR. Bukhari, 6775].
Turut serta dalam perayaan orang kafir berarti telah berbuat kekufuran yang serupa. Hal ini ditegaskan oleh sabda Nabi SAW :
Dari Ibnu Umar ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :”Barang siapa bertasyabuh (menyerupai) dengan suatu kaum, maka ia bagian dari mereka” [HR. Abu Daud:3512].
Satu-satunya teladan kaum Muslimin,
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah” [QS Al Ahzab (33):21].
Dari Hudzaifah r.a. ia berkata, ”Wahai ahli Al Quran, bersikap istiqamahlah kalian, sesungguhnya kamu sekalian (telah membuktikan dengan istiqamah) telah mengejar melebihi umat yang lain dalam kejayaan dan kemajuan dengan sejauh-jauhnya, sebaliknya jika kalian melirik kanan kiri, kalian telah sesat dengan kesesatan yang sangat jauh” [Al Bukhori:6739].
Demikian, semoga bermanfaat.
Referensi
Cicilan Rumah di Jannah (Amal kebaikan dengan balasan rumah di Jannah)
Dari Abu Hurairah r.a. :”Firaun mengikat isterinya dengan empat ikatan, di kedua tangannya dan kedua kakinya. Dan jika mereka meninggalkannya, malaikat melepaskan ikatannya, lalu wanita itu akan berdoa, “Wahai Rabbku, bangunkanlah rumah untukku di Jannah, selamatkan aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari orang-orang yang zhalim.” (QS at Tahrim:11) lalu diperlihatkanlah rumahnya di Jannah.” (as Silsilah ash Shahihah 2508).
· Langkah kaki menuju masjid
Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa yang pergi di waktu pagi atau sore menuju masjid, Allah akan siapkan baginya tempat tingggal di jannah, setiap kali dia pergi.” [HR. Bukhari dan Muslim].
· Shalat Sunah 12 rakaat sehari
Dari Ummul Mukminin, Ummu Habibah, Ramlah binti Abu Sufyan berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW. bersabda, “Seorang muslim yang shalat sunah setiap hari sebanyak 12 rakaat dan bukan yang wajib demi mencari ridha Allah, Allah akan membangun rumah untuknya di jannah.” Ummu Habibah berkata, “Sejak itu aku selalu melaksanakan shalat sunah itu.” [HR. Muslim, Abu Daud dan an Nasa’i].
· Membangun masjid
Dari Utsman bin ‘Affan r.a, manakala orang-orang banyak yang memperbincangkan beliau ketika membangun masjid Rasulullah, beliau berkata, “Kalian sudah berlebihan! aku mendengar Rasulullah SAW. bersabda, “ Barangsiapa membangun masjid karena mencari ridha Allah, Allah akan membangun yang semisal untuknya di jannah. [HR. Bukhari dan Muslim]
· Mengisi kekosongan shaf
Dari Aisyah berkata,”Rasulullah SAW. bersabda :”Barangsiapa yang mengisi kekosongan (shaf shalat berjamaah), Allah akan mengangkat derajatnya dan membangun baginya rumah di jannah.” (HR. At Thabrani dengan sanad “la ba’sa bihi” dishahihkan al albani dalam as Silsilah ash Shahihah).
· Menebar salam dan shalat malam
Dari Abu Malik al-Asy’ari dari Nabi SAW., bersabda:”Sesungguhnya di jannah ada ruangan yang isinya bisa terlihat dari luar, dan luarnya bisa terlihat dari dalam, yang Allah siapkan bagi orang yang memberi makan, rajin shaum dan shalat malam disaat orang terlelap tidur.” [HR. Ibnu Khuzaimah dan terdapat dalam Shahihul Jami’ no.2123].
· Shalat dhuha
Dari Abu Darda’ r.a. berkata, “Rasulullah SAW., bersabda:”Barangsiapa shaladhuha dua rakaat, ia akan ditulis sebagai orang yang tidak masuk golongan orang-orang lalai, yang melaksanakan empat rakaat akan ditulis sebagai golongan ahli ibadah, yang melaksanakan enam rakaat akan dicukupkan kebutuhan pada hari itu, dan yang melaksanakan delapan rakaat akan dicatat sebagai orang yang taat, dan melaksanakan 12 rakaat akan dibangun rumah untuknya di jannah.” [HR. Ath Thabrani, dinilai “hasan” oleh Imam al Albani]
· Meninggalkan debat kusir
Dari Abu Umamah r.a. berkata,”Rasulullah SAW., bersabda,”Aku menjamin sebuah rumah di teras jannah bagi yang meninggalkan debat kusir meskipun dia dalam posisi benar, juga rumah di tengah jannah bagi sesiapa yang meninggalkan kedustaan meski hanya bergurau, dan rumah di puncak jannah bagi yang baik akhlaknya.” [HR. Abu Daud, Shahihul Jami’ no. 1464].
· Berdoa saat masuk pasar
Dari Ibnu Umar r.a, berkata,”Rasulullah SAW., bersabda,”Barangsiapa yang masuk pasar lalu mengucapkan,”laailaha illallah wahdahu la syarika lahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumitu wahuwa hayun la yamutu biyadihil khoiru wahua ‘ala kulli syaiin qadir, akan ditulis baginya beribu-ribu kebaikan, dihapuskan darinya beribu-ribu kesalahan, diangkat derajatnya menjadi beribu-ribu derajat dan dibangun untuknya rumah di Jannah.” (Shahihul Jami’ no.6231).
· Silaturahim dan menengok yang sakit
Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah SAW., bersabda,”Barangsiapa menengok orang sakit akan ada yang memanggil dari langit,”Engkau telah berbuat baik dan langkahmu telah benar, engkau juga berhak atas sebuah rumah di Jannah.” [HR. Ath Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah]
· Berdoa ketika tertimpa musibah
Dari Abu Musa r.a, Rasulullah SAW., bersabda,” Jika ada anak kecil putra seorang hamba meninggal, Allah akan berfirman kepada malaikat, “Kalian mengambil ruh putra hamba-Ku.” Mereka mengatakan, “Benar.” Allah berfirman,”Kalian telah mengambil buah hatinya.” Malaikat mengatakan,”Benar.” Allah berfirman,”Apa yang diucapkan hamba-Ku?” Malaikat mengatakan, “Ia memujimu dan membaca istirja’ (inna lillah wainna ilaih raji’un).” Allah berfirman,”Bangunlah sebuah rumah untuk hamba-Ku itu di Jannah dan namai rumah itu dengan Baitul Hamdi.” [HR. At Tirmidzi, dinilai “hasan” oleh Imam al Albani dalam as Silsilah ash Shahihah 1408]
Sumber :
Majalah Islam ar-risalah edisi 116